Jenderal Endriartono Sutarto: Pemerintah ini makin jauh dari pro rakyat


Kebijakan pemerintahan dibawah Presiden Joko Widodo dinilai berbagai pihak makin jauh dari pro rakyat. Hal ini terutama terlihat dari dicabutnya berbagai subsidi untuk rakyat bahkan sekarang rakyat yang mensubsidi pemerintah.

Salah satu yang mengkritisi pemerintah adalah mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto.

"Pem ini terlihat makin jauh saja dari pro rakyat. Subsidi dicabut. Turunkan harga BBM krn hrg crude turun masih dibebani dng biaya lain2." Demikian tulis Panglima TNI 2002-2006 di jejaring sosial melalui akun twitternya @endrisutarto, Minggu (27/12/2015).

Seperti diberitakan, Pemerintah Indonesia yang sekarang dikuasai oleh Jokowi dan KIH nya kembali melakukan ‘penyesuaian’ harga BBM. Menteri ESDM Sudirman Said mengumumkan harga baru BBM jenis premium dan solar, Rabu, 23 Desember 2015. Harga premium turun Rp 150 rupiah per liter. Yakni dari Rp 7.300 per liter, menjadi Rp 7.150 per liter.

"Itu sudah termasuk pungutan dana untuk ketahanan energi sebesar Rp 200 per liter," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2015. "Ini berlaku per 5 Januari 2016," ujarnya. (TEMPO)

Harga BBM yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah ini ternyata adalah harga BBM dengan rasio tertinggi terhadap harga minyak dunia. Harga BBM tercatat 236% lebih besar dari harga minyak dunia saat ini.

Harga BBM ini praktis sudah tidak bersubsidi, bahkan rakyat mensubsidi pemerintah sebesar Rp 200 per liter setiap beli BBM, atau sebesar 2,8%... jumlah yang bahkan melebihi besaran zakat 2,5%.

Benarlah tokoh-tokoh nasional sudah gelisah... Pemerintah ini terlihat makin jauh saja dari pro rakyat.