Analisis Militer: Pasukan Al-Qassam Disegani, Bekerja Dengan Konsep Militer Modern


Nazaret – Pengamat militer Israel di situs militer Walla, Evi Ascharov mengatakan, Brigade Izzuddin Al-Qassam pasca agresi Israel ke Jalur Gaza terakhir mencuri perhatian dunia dan dianggap bukan lagi kelompok bersenjata biasa atau sel bersenjata biasa.

Dalam analisisnya kemarin Sabtu di situs tersebut yang diterjemahkan oleh tim Markaz Filistini Lil’ilam (Pusat Informasi Palestina) ditegaskan bahwa pasukan Al-Qassam menjadi pasukan yang disegani dan ditakuti karena mereka telah membuktikan diri sebagai kekuatan paling sulit ditaklukkan selama tiga kali perang yang diyakini tak ada negara satupun di dunia yang bisa bertahan dengan perang itu. Karena itu, Israel yang memantau gerak gerik Al-Qassam dari dekat melalui perbatasan menyadari bahwa mereka hanya bisa memantau, mengikuti perkembangan dan hanya menganalisis saja.

Ascharov menambahkan, “Belakangan kita lihat pertambahan jumlah kelompok bersenjata Hamas bergerak dekat wilayah perbatasan yang dianggap biasa oleh sebagian orang. Diprediksi selain metode pertempuran yang diterapkan selama operasi militer Tebing Cadas, sayap militer Hamas, Al-Qassam akan berusaha mengilfiltrasi ke wilayah Israel atau pos militer atau membunuh Israel lebih banyak sebisa mereka.”

Israel Gentar dan Segan

Ascharov menyinggung adanya trend baru yang akan terjadi dalam waktu dekat di wilayah perbatasan Gaza dimana sebagain pasukan Al-Qassam akan bergerak ratusan meter ke wilayah perbatasan sementara sebagian pasukan lainnya agar tetap berjaga di wilayah perbatasan dari bagian Jalur Gaza dan ada bagian ketiga pasukan yang melakukan latihan militer tertentu di wilayah sangat dekat dengan perbatasan seperti yang ada di dekat pemukiman Doget.

Ascharov memprediksi aktivitas Al-Qassam itu akan mengungkap bagaimana militer Israel berfikir. “Ada kemungkinan, aktivitas militer Al-Qassam akan menjadi biasa di mata Israel dimana posisi pasukan Al-Qassam hanya berjarak 300 meter dari perbatsan yang bisa sewaktu-waktu mengejutkan masuk ke wilayah Israel jika terjadi perang.”

Pelatihan militer Israel ini bisa jadi juga bertujuan menakuti Israel, tegas Ascharov. Hamas belakangan bukan saja melatih diri melepaskan roket atau serangan komando laut namun ada latihan infantry dan pertempuran di wilayah berpenduduk dalam lingkup latihan pleton atau brigade.

Jika serangan dalam bentuk pleton ke wilayah Israel maka hal itu akan banyak makan korban di kalangan pasukan Israel.

Konsep Militer Modern

Ascharov melihat, Al-Qassam bergerak sesuai dengan konsep dan taktik militer modern. Analisi Israel bukan saja bicara soal inovasi Palestina yang terbatas. Menurutnya, logika militer Al-Qassam saat ini yang berkembang adalah bagaimana mereka melakukan invasi, menyerang dan ovensif untuk menguasai wilayah yang saat ini dikuasai oleh Israel. Al-Qassam diperkirakan akan menggerebek wilayah Israel di perbatasan Gaza. Jika ini terjadi maka mental Israel akan mengalami pukulan keras.

Analisi Ascharov bukan tanpa dasar. Ia memberikan data bahwa selama operasi Tebing Cadas, Al-Qassam melakukan operasi komando laut masuk ke wilayah Israel dan serangan melalui bawah tanah di wilayah Karem Abu Salim.

Sumber: infopalestina.com