SURAT TERBUKA Fahri Hamzah Untuk REKTOR UNJ #SaveRonny


[portalpiyungan.com] Rony Setiawan, mahasiswa Fakultas MIPA yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) diberhentikan secara sepihak karena dituding melakukan kegiatan yang tergolong kejahatan dan penghasutan dengan menggelar unjuk rasa. (Baca: Ketua BEM UNJ di-DO Gara-gara Kritis)

SK Pemberhentian Rony Setiawan dikeluarkan dan ditandatangani oleh Rektor UNJ, Dr Djaali, tertanggal 4 Januari 2016.

Atas kesewenang-wenangan Rektor UNJ, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang adalah mantan aktivis mahasiswa era Reformasi saat menumbangkan Soeharto, membuat SURAT TERBUKA yang disampaikan di akun twitternya @Fahrihamzah, Rabu (6/1/2016).

Berikut "SURAT TERBUKA UNTUK REKTOR UNJ":
1. Rektor UNJ yth, Anda harus bangga punya mahasiswa yang kritis, karena itu pertanda nurani bangsa kita masih hidup. #SaveRonny

2. Mungkin Pak Rektor tidak pernah jadi aktivis sehingga nurani tidak pernah diasah krisis.

3. Atau Pak rektor tidak pernah keluar dari dalam laboratorium atau perpustakaan kepada dunia nyata yg dinamis.

4. Menyesallah Pak rektor karena Anda tidak pernah menjadi demonstran seperti mahasiswa yg Anda pecat.

5. Menyesallah Pak rektor karena Anda bercokol lebih sebagai pejabat dari pada penjaga kebebasan akademis.

6. Tahukah Anda arti kebebasan akademik wahai Pak rektor?

7. Dunia akademik yang Anda pimpin harus dibebaskan dari tekanan apapun selain ilmu pengetahuan.

8. Sehingga dalam kampus tempat kebebasan berpikir kita semai tidak boleh ada simbol kekuasaan.

9. Dan kalau Rektor telah berubah menjadi simbol kekuasaan maka Rektor pun layak ditumbangkan!

10. Tapi Pak Rektor yth, Pagi ini, seperti pagi di setiap musim hujan ketika jakarta dan sebagian kota terancam banjir.

11. Pak Rektor telah membantu para aktivis mahasiswa bersemi bersama bunga pertanda awal musim kita.

12. Terima kasih Pak Rektor, Anda mengingatkan mereka ketika politik atau kekuasaan telah bersenyawa dengan para Ilmuan.

13. Ketika kebenaran telah dirampas dari ilmu pengetahuan.

14. Dan ketika semua menjadi kelam karena kebenaran tenggelam bersama dominasi kekuasaan.

15. Mungkin ini pertanda yang berulang dalam setiap perubahan besar. Bahwa kebenaran mesti diperjuangkan oleh keberanian.

16. Dan ketika semua telah menjadi mapan kita hanya punya satu pilihan yaitu mereka yang hidup dengan keberanian.

17. Dalam sejarah Indonesia, inilah yang muncul dalam setiap reformasi dan kemerdekaan.

18. Dan keberanian itu telah muncul bersama pemuda dan mahasiswa.

19. Seperti hari ini dan hari-hari mendatang.

20. Adalah hari-hari perjuangan!

21. Selamat berjuang teman2 mahasiswa. Tiada kata jera dalam perjuangan!

22. Allahuakbar, Merdeka!