Wabah MERS Presiden Korsel Batal ke AS, Bencana ASAP Jokowi Tetap ke AS


Presiden Korea Selatan Tangguhkan Kunjungan ke AS Karena Wabah MERS

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye telah menangguhkan kunjungan yang direncanakan pekan depan ke Amerika Serikat guna membantu negaranya menanggulangi wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Kantor presiden mengatakan Park akan mengubah jadwal kunjungan ke Washington, dimana dia tadinya akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Barack Obama. Tidak diketahui kapan kunjungan itu akan dijadwalkan kembali.

Seoul hari Rabu mengukuhkan dua orang lagi meninggal akibat wabah MERS, yang menjadikan jumlah yang meninggal sembilan orang. Kedua korban, yang berusia 60-an dan 70-an, sudah menderita penyakit lain sebelumnya, kata para pejabat.

Tiga belas penderita baru MERS juga dilaporkan, yang menjadikan jumlah penderita yang diketahui 108 orang. Para pejabat menekankan bahwa semua infeksi terjadi di rumah-rumah sakit.

Sumber: http://ift.tt/1IEVr6K

***

INI LOH YANG PERLU DICONTOH, DAHULUKAN MANA YANG LEBIH PENTING.
URUSAN NYAWA ITU PALING PENTING, BUKAN KUNJUNGAN KE AMERIKA.

Pada Juni 2015, Presiden Korsel membatalkan dan menunda kunjungan ke AS karena sudah 9 warganya meninggal akibat MERS dan 108 lainnya sakit.

Tapi Presiden RI Joko Widodo tetap lanjutkan kunjungan ke Amerika. Presiden Jokowi pada Sabtu (24/10) sore berangkat menuju ke Washington DC Amerika Serikat (AS) untuk melakukan kunjungan kenegaraan mulai 24 hingga 30 Oktober 2015. Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninggalkan Tanah Air melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusumah Jakarta pukul 17.45 WIB.

Padahal korban di Indonesia lebih banyak. Korban bencana asap yang sudah diakui pihak pemerintah ada 10 orang yang meninggal dan 503.874 orang yang sakit ISPA‎ di 6 provinsi.

"10 korban tewas, 503.874 jiwa sakit ISPA‎ di 6 provinsi sejak 1 Juli hingga 23 Oktober 2015. Jumlah masing-masing provinsi adalah 80.263 di Riau, 129.229 di Jambi, 101.333 di Sumsel, 43.477 di Kalbar, 52.142 di Kalteng dan 97.430 di Kalsel," papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis seperti yang dirilis Monitorday.com, Sabtu (24/10).

"Dalam situasi (bencana asap) seperti ini, Jokowi harusnya malu berkunjung ke AS," kata Prof Yusril Ihza Mahendra.

"Harusnya Malu...," ujar Afni Zulkifli, ibu rumahtangga yang tinggal di Pekanbaru, Riau.