Jokowi Kembali Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini, Publik: Rezim Bajingan!






Pemerintah presiden Jokowi kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari ini Sabtu tanggal 28 Maret 2015 pukul 00.00 dini hari tadi. Harga premium menjadi Rp 7.300 per liter, sementara harga solar menjadi Rp 6.900 per liter.



Demikian berita dikutip dari KOMPAS.com, Jumat (27/3/2015).



(Sumber: http://ift.tt/1FTRhWU)



Atas kenaikan harga BBM publik sangat kecewa. Mereka melontarkan kekecewaanya melalui media sosial, facebook dan twitter.



"Masih layakkah pemerintahan jokowi-jk dipertahankan / dilanjutkan?," ujar Tara Palasara di akun facebooknya.



"Sama sekali tidak layak.....!!!!pemimpin yang seharus nya mengayomi rakyat ini kok malah jadi virus buat rakyat," timpal Yaya mengomentari Tara Palasara.



Saking keselnya dengan kenaikan BBM, salah seorang netizen menyebut era pemerintahan sekarang sebagai Rezim Bajingan.



"Rezim Bajingan...," tulis Rochmat Falah.



"Mas, sebelum makin amburadul ada baiknya segera dilengserkan. Terlalu banyak resikonya klo kita harus dipimpin rezim ini selama 5 thn," timpal Assyifa Latif.



"Kalau perlu secepat nya lengser dari kehidupan tuk selamanya...astagfirullah....ni kata2 keluar karena dah gregetan dengan kebijakan yg tak pro rakyat....," tulis Mey Setianto yang tak lagi mampu menahan emosi karena saking keselnya dengan pemerintahan Jokowi.



"Hmmm apakah karena belum cukup untungnya ya, jadi rakyat di bebanin lagi," ujar Alya Vidarani.



"Rezim suka uang smpe2 receh2 pun di keranjangin, rakyat tgah2 nya di plontos," komen Nursiah Leo.



"Rezim tedjo... naik turunin bbm sesukanya.... harga barang kbutuhan juga tdk dkendalikan semua dseràhkan mekanisme pasar.... ini neolib sesungguhnya.....," ujar Agustyas Tjiptaningrum.



"Rezim bingung...!" kata netizen Arbai Noor.



"Salam gigit jari, siapa suruh pilih jkwi..," tulis Eka Purwati.



"Pemerintah g mampu memberikan ketenangan kepada rakyatnya, bbm kok naik turun kayak layangan ajaaa. Harusnya kan harga bbm stabil tidak mengikuti pasar supaya harga2 lainnya tidak ikut2 fluktuatif naik turun begitu. Lengserin aja deh," ujar Henny Titiek Poerbowati.