Berterima Kasihlah Kepada Istri


by Jamil Azzaini

Saya yakin Anda sepakat dengan saya bahwa keberhasilan suami dan anggota keluarga sangat ditentukan oleh dukungan istri. Hubungan yang buruk dengan istri bisa membuat suasana hati kacau dan berdampak pada buruknya kualitas pekerjaan sang suami. Oleh karena itu wahai suami, marilah berterima kasih kepada istri kita. Begitu pula, keberhasilan anak-anak sangat ditentukan oleh kiprah, sepak terjang dan pengorbanan sang ibu.

Pengorbanan istri begitu besar kepada keluarga. Diantara pengorbanan besar yang rela mereka lakukan adalah mengganti, “mengerem” atau bahkan “mengubur” mimpi-mimpi mereka demi kepentingan keluarga. Orang sekelas Direktur Utama, ibu Karen Agustiawan, mengundurkan diri dari Pertamina salah satu alasanya untuk kepentingan keluarga.

Berani mengganti, “mengerem” atau bahkan hingga “mengubur” mimpi bukanlah keputusan yang ringan. Sebab, dalam dunia personal development, semua pasti tahu pentingnya mimpi atau visi hidup. Visi atau mimpi hidup menjadi sumber energi bagi siapapun yang memilikinya. Ia menjadi kompas bagi yang telah menyusunnya. Ia menjadi sesuatu yang bisa membuat harga diri pembuatnya semakin tinggi bila terwujud.

Namun ternyata, seorang istri rela meletakkan itu semua demi kepentingan suami dan anaknya. Ia rela menjadi teman bicara sepanjang hari bagi anak dan suaminya. Ia rela belajar ilmu baru agar bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas anak dan suaminya. Ia sangat ingin anaknya tumbuh di atas rata-rata teman sebayanya. Ia menjadi mentor, coach, sahabat, dan sparing partner bagi anaknya.

Saat sang suami galau dan gelisah, istrilah orang pertama yang menjadi tempat curhatnya. Dan, hebatnya, istri menghentikan semua aktivitasnya demi ketenangan hati sang suami. Bukan hanya itu, ia rela mengalihkan menggunakan waktu produktifnya untuk suaminya dan mengorbankan semua aktivitasnya.

Kebahagiaanya adalah ketika suaminya melaju lebih cepat, berkembang menjadi “bintang” punya kepercayaan diri yang tinggi dan suami memiliki legacy yang ditinggalkan untuk semesta. Ia cukup bangga dengan itu semua, walau ia terkadang harus “mengubur” mimpi-mimpi hidupnya.

Wahai para suami, marilah kita berlomba untuk berterima kasih kepada istri kita.

Salam SuksesMulia!

Sumber: http://ift.tt/1tCYEXy

(Gambar atas: dari film "UP")