Jokowi PILIH dan LANTIK BG Jadi Ka BIN, Jejak Digital Ini Membuat Jokowi Mingkem


[portalpiyungan.com] Pelantikan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN, Jumat sore 9 September 2016 kemarin merupakan anti klimaks bagi kicauan pendukung Jokowi.

Para pendukung Jokowi yang lazim disebut Jokower ini tak banyak berkomentar dalam peristiwa pelantikkan Budi Gunawan. Usut punya usut, ternyata mingkemnya  para pendukung Jokowi ini karena proses pemiliham dan pelantikan Budi Gunawan oleh Jokowi bertolak belakang dengan kicauan mereka beberapa waktu lalu.

Tengok saja beberapa kicauan mereka ini.

Fadjroel Rachman jelas menyatakan ketidaksetujuannya dalam akun miliknya @fadjroel yang bertanggal 16 Januari 2016

"Pagi. Tetap mengingatkan Presiden @jokowi_do2 agar MEMBATALKAN TERSANGKA Komjen (pol) BG sebagai Kapolri. DPR ke laut saja krn memilih BG!", tulis Fadjroel yang kini menduduki posisi empuk sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Dede Budhyarto, dalam akunnya @kangdede78 bertanggal 8 April 2016 menuliskan bahwa pencalonan BG adalah sebuah lelucon yang tak lucu.

"Usulan untuk menjadikan BG menjadi Wakapolri ini jelas sebuah dagelan (lawakan) yg sama sekali tidak lucu," tulis Dede.

Takviri dalam akun miliknya @Takviri tanggal 1 Mei 2016 menuliskan bahwa yang ngotot mengendorse BG sebagai Kapolri adalah yang melakukan kriminalisasi terhadap KPK.

"yang ngotot-ngototin endors BG jd Wakapolri itu mungkin dalang kriminalisasi KPK hari ini. stlh BG jadi wakapolri, lgsg tancap gas poll," tulis Takviri seolah melupakan fakta bahwa Megawati lah yang mengendorse BG.

Addie MS juga mengamini twit mereka dengan berkomentar pada berita dalam akun miliknya @addiems tertanggal 17 Februari 2016.

"Mahasiswa peduli RT @detikcom: BEM se-Indonesia Demo Jokowi di Istana Bogor Minta Komjen BG Tak Dilantik"

Mantan jurnalis media milik Lippo Group, Ulin Yusron pun turut memberikan suara dalam tulisan bertanggal 24 Januari 2016 dalam akun miliknya @ulinyusron.

"Kasus BG secara kasat mata terlihat, Partai penyokong Jokowi gelap mata, buta hati, padahal paksaan ini jelas menggerus Jokowi #SaveKPK"

Kini, mereka semua terdiam, seolah mengamini langkah Jokowi dalam menempatkan BG di posisi strategis. Tak ada perlawanan garang seperti tertulis dalam jejak digital yang mereka tinggalkan.

Masih punya rasa malukah mereka pada pihak-pihak yang selama ini mereka serang?

Keberpihakan memang membutakan.