Terkuak, Ternyata Kopilot Warga Perancis Yang Terbangkan AirAsia QZ8501



Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mempublikasikan laporan awal perihal investigasi kecelakaan fatal pesawat AirAsia QZ8501, Kamis (29/1). Pada Bab III poin tiga laporan tersebut terkuak, pesawat rute Surabaya-Singapura tersebut dikemudikan kopilot Remi Emmanuel Plesel sejak lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya.

"Second in command bertindak sebagai pilot flying. Saat itu dialah yang menerbangkan pesawat sedangkan kapten pilot bertindak sebagai pilot monitoring," kata Ketua Investigasi Mardjono Siswosuwarno, dilansir CNN Indonesia.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Mardjono berkata fakta tersebut didapatkan setelah tim investigasi mendengarkan percakapan antara pesawat dengan menara pemandu lalu lintas udara atau air traffic controller. "Sejak awal pilot berkomunikasi dengan ATC menggunakan bahasa Indonesia," lanjut Mardjono.

Untuk diketahui, kopilot Remi merupakan warga negara Perancis, sedangkan pilot utama di pesawat tersebut adalah Kapten Irianto, warga negara Indonesia. Biasanya komunikasi dengan ATC dilakukan kopilot.

Meski telah menemukan fakta baru tersebut, tim investigasi belum dapat memberikan kesimpulan tertentu. Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan pada preliminary report tim investigasi hanya menuangkan data-data faktual tentang kecelakaan yang terjadi.

Saat ini data dalam Cockpit Voice Recorder (CVR) AirAsia QZ8501 sudah selesai diproses dan didengarkan oleh tim investigasi musibah dari KNKT. Proses pembuatan transkrip dan validasi data kemudian dilakukan oleh tim investigasi.