Sebut Kebiasaan Kasar dari Belitung, Apakah Ahok Pengguna Lan Kui dan Chiu Kui? - Oleh @YusrilIhza_Mhd



[portalpiyungan.com] Gubernur DKI Jakarta, Ahok mengklaim bahwa ucapan kasar yang selama ini kerap meluncur dari mulutnya merupakan kebiasaan masyarakat Belitung.

Menanggapi klaim Ahok tersebut, Yusril Ihza Mahendra yang merupakan salah satu putra terbaik Belitung, mengulas secara serius sekaligus membantah ucapan Ahok.

Berikut ulasan Yusril Ihza Mahendra via akun twitternya @YusrilIhza_Mhd

1. Ahok harus jelaskan bahasa apa yg dia gunakan di Belitung yang biasa gunakan kata2 kasar (Orang Bangka Belitung Minta Ahok Minta Maaf Gara-gara Ini)

2. Bahasa apa yang dimaksud Ahok itu sangat penting dijelaskan agar tidak menimbulkan salah paham

3. Kalau bertutur dengan bahasa Belitung, bicara dengan kata2 kasar bukanlah kebiasaan. Bahasa Belitung itu masuk rumpun Bahasa Melayu Riau

4. Bahasa Melayu yang digunakan sebagai bahasa lisan di Belitung adalah bahasa yg halus, penuh basa basi tanda menghormat kpd lawan bicara

5. Saya orang yang lahir di Belitung dan dari kecil menggunakan bahasa Melayu Belitung. Andrea Hirata sama seperti saya

6. Bahasa Belitung yang saya gunakan dari kecil itu mempengaruhi cara saya bertutur kata dalam Bahasa Indonesia ketika saya berbicara

7. Pusat Bahasa Depdiknas pernah memberi saya penghargaan  sebagai "Tokoh Berbahasa Indonesia Lisan Terbaik" th 2003



8. Jadi tdk benar kalau Ahok mengatakan kebiasaan orang di Belitung bicara dengan bahasa yang kasar

9. Yang mungkin orang di Belitung menggunakan bahasa yg kasar adalah mereka yang menggunakan bahasa Hakka atau bahasa Khek

10. Tapi tdk semua orang yang menggunakan bahasa Hakka atau Khek bicara kasar. Kebanyakan bicara dalam bahasa Hakka atau Khek yg halus juga

11. Yang gunakan bahasa Hakka atau Khek dg kata2 kasar itu adalah kelompok orang tertentu atau keluarga tertentu yg memang perangainya buruk

12. Dlm bahasa Hakka kelompok orang spt ini disebut "lan kui" (preman) atau "chiu kui" (hantu busuk). Kelompok spt ini biasanya di pasar2.

13. Saya sendiri fasih menggunakan bahasa Hakka atau Khek, walau agar tdk dibilang "lan kui" atau "chiu kui" saya gunakan bahasa yg halus.

14. Sesekali wartawan harus tanya ahok apakah di Belitung dia gunakan bahasa Hakka atau Khek seperti gaya "lan kui" atau tidak hehehe

15. Demikian twt saya. Ngai mhe lan kui wo (saya bukan preman lho) hehe