Takut Kalah Digugat Muhammadiyah, Jokowi Salahkan Sri Mulyani


[portalpiyungan.com] Gelombang kritik terkait kebijakan tax amnesty semakin menguat. Bahkan, kini Muhammadiyah telah menyiapkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Pengamat politik Ahmad Yazid menilai, kuatnya gelombang protes tax amnesty, telah membuat Jokowi khawatir. Sebagai reaksi atas kekhawatiran itu, Jokowi mulai menyalahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Setelah ada gugatan Muhammadiyah ke MK, Jokowi melalui Seskab Pramono Anung baru bersuara dan mempertanyakan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani,” ungkap Ahmad Yazid kepada 30 Agustus 2016.

Menurut Yazid, pelaksanaan tax amnesty telah menyasar semua wajib pajak, termasuk rakyat kecil. “Ini nampaknya Jokowi mau cuci tangan saja setelah muncul keresahan dari masyarakat. Jokowi ingin merasa dirinya paling benar dan suci, dan itupun diamini para pendukungnya,” beber Yazid.

Yazid menegaskan, Pemerintahan Jokowi akan malu jika gugatan Muhammadiyah tentang tax amnesty di MK dikabulkan. “Kalau sampai kalah, Jokowi akan malu di hadapan rakyat. Makanya sebelum malu, dimunculkan opini bahwa kesalahan ada di Menteri Keuangan,” jelas Yazid.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan, amnesti pajak adalah fasilitas khusus yang ditujukan bagi para pengemplang pajak yang selama ini menyembunyikan aset. Kebijakan ini tidak seharusnya meresahkan rakyat kecil dan wajib pajak patuh, karena sebenarnya bukan mereka sasarannya.

“Bukan yang sudah tertib membayar pajak, malah kemudian dikejar-kejar. Atau juga yang katakanlah asetnya kecil, tetapi karena kealpaan, kelupaan, kemudian mereka sekarang mumpung ada kesempatan dan mereka deklarasikan, ikut tax amnesty, itu yang dikejar-kejar,” ujar Pramono di Istana Negara 29 Agustus 2016.