TERUNGKAP! PEMBELIAN TRANSJAKARTA SERAMPANGAN, NETIZEN: YA IYALAH, WONG TARGETNYA CUMA BUAT DIFOTO TERUS DISEBAR DI SOSMED


[portalpiyungan.com] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghitung ulang kebutuhan busnya. Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat ketika berkunjung ke Kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 25 Agustus 2016.

Saat ini, jumlah bus transjakarta yang beroperasi mencapai 1.231 unit. Sementara PT Transjakarta menyatakan jumlah ideal bus di seluruh Jakarta harusnya mencapai 2.400 unit sehingga masih dibutuhkan sekitar 1.400 unit bus tambahan.

Meski demikian, Djarot menyatakan kebutuhan bus seharusnya sudah berkurang seiring dengan akan beroperasinya sejumlah layanan transportasi massal berbasis rel di Jakarta, seperti mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT).

"Masyarakat nantinya kan tidak hanya naik bus. Jadi tolong dihitung juga dengan keberadaan MRT, LRT, kemudian commuter line," ujar Djarot.

Menurut Djarot, penghitungan ulang kebutuhan bus bertujuan agar pengadaan bus bisa dilakukan dengan efektif.

"Sehingga penghitungannya betul-betul tepat, tidak serampangan untuk menyediakan bus," ujar dia.

Djarot menyatakan upaya perbaikan layanan bus transjakarta tidak akan terhambat kalaupun nantinya kebutuhan bus harus dikurangi. Sebab, Djarot menilai upaya perbaikan harusnya tidak hanya berpatokan pada penambahan jumlah bus.

"Hitungannya bukan sekadar jumlah, tapi pelayanannya. Kalau misal pelayanan tidak baik ya susah. Jadi bukan cuma kuantitas, tapi juga kualitas," kata Djarot.

Menurut netizen, kabar bahwa pembelian bus transjakarta tidaklah mengejutkan.

"Ya iya lah. Wong targetnya buat difoto"in, lalu disebar di sosmed," tulis Ardi Wirda Mulia via twitter dengan akun @awemany .

Publik tentu belum lupa berbagai kasus yang membelit transjakarta. Termasuk kasus dugaan mark up yang anehmya hanya terhenti di Udar Pristono.