Zikir Dalam Al-Fatihah


ZIKIR DALAM AL-FATIHAH

Zikir itu ada dua macam: zikir pujian (ذكر الثناء) dan zikir permintaan (ذكر الدعاء).

Lafal seperti tasbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah zikir pujian. Sementara doa, shalawat, aduan adalah zikir permintaan. Jadi bila kita berdoa, itu sejatinya kita juga sedang berzikir.

Ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah mencakup kedua bentuk zikir tersebut.

Dari (الحمد لله رب العالمين) sampai (مالك يؤم الدين) adalah zikir pujian, sementara dari (اهدنا الصراط المستقيم) sampai (ولا الضالين) adalah zikir permintaan.

Untuk ayat (إياك نعبد وإياك نستعين), ia bisa menjadi zikir pujian jika dimaksudkan untuk mengagungkan Allah dengan menyatakan bahwa hanya Dialah yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Tapi bisa juga dimasukkan ke dalam zikir permintaan jika ayat tersebut dimaksudkan meminta atau mengadukan segala permintaan hanya kepada Allah SWT.

Karena memuat dua bentuk zikir inilah, bagi sebagian ulama, Al-Fatihah oleh beberapa hadits disebut sebagai surah terbaik di antara surah-surah lain dalam Al-Qur'an.

Selain itu, Al-Fatihah juga mengajarkan kepada kita adab berzikir dan berdoa. Yaitu bahwa berdoa hendaklah diawali dengan memuji, dan zikir permintaan hendaklah diawali (atau diikuti) dengan zikir pujian.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW, setelah mengajarkan kepada Ubay bin Ka'b surah Al-Fatihah, beliau lalu bersabda:

"Demi Dzat Yang jiwaku Di Tangannya, tidaklah diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur maupun Al-Furqon (Al-Qur'an) surat yang sepertinya (Al-Fatihah)." (HR Tirmidzi)

Sumber: fb