Nasihat KH. Ali Mustafa Yaqub: Hindari Sikap Anti Kritik


HINDARI SIKAP ANTI KRITIK

Begitulah nasehat yang selalu disampaikan (alm) KH. Ali Mustafa Yaqub (ahli hadits Indonesia) kepada santri-santrinya.

Mengkritik itu biasa, sebagaimana menerima kritik juga biasa. Apalagi dalam studi hadits, setengahnya berisi kritik-mengkritik.

Kata murid beliau, dalam buku-buku Kyai Ali kadang mengkritik kalangan tertentu dengan keras.
Tapi itu KRITIK ILMIAH...
Sedang dalam konteks pribadi, beliau bersikap baik kepada semua pihak.
Tidak ada unsur sentimen, benci, atau dendam pribadi.

Hasil obrolan dengan murid senior Kyai Ali di DAARUS SUNNAH.

(by Sam Waskito)

***

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 – meninggal di Jakarta, 28 April 2016 pada umur 64 tahun) adalah seorang ahli hadits dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal. Beliau Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).

Pendidikan agama beliau secara ringkas:

- Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966–1969).
- Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969–1971).
- Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang (1972–1975).
- Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1, 1976–1980).
- Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2, 1980–1985).
- Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3, 2005–2008).