Akankah AS dan Eropa Bertekuk Lutut (Kembali) Pada Turki?


By: Nandang Burhanudin

(1) Akan ada yang menganggap judul di atas bombastis dan tidak realistis. Apalagi di kalangan Liberalis, Sekularis dan kalangan Islam yang tak pernah terjun pada haru biru sejarah.

(2) Hanya Turki yang punya sejarah menaklukkan AS dan Eropa. Kita bahas AS dulu. Tepatnya tahun 1795. Ketika itu Turki Utsmani sukses menundukkan AS dalam perjanjian Tripoli. AS bersedia membayar upeti sebesar 642 ribu koin emas. Plus 12.000 koin emas setiap tahun.

(3) Sejak itu, AS dendam kesumat. Untuk melemahkan Turki Utsmani, AS bersama gerakan freemasonry Internasional menggarap proyek pelemahan imperium Utsmani. Di antara proyeknya adalah:

(4) Pertama: Memunculkan sentimem kebangsaan terutama di wilayah-wilayah Arab. Sentimen anti-Turki diperkuat dengan pemberontakan dan upaya memerdekakan diri. Wilayah Arab diimingi menjadi raja kecil berdaulat.

(5) Kedua: Menciptakan tokoh-tokoh Turki rekaan. Di antaranya organisasi Turki muda yang memunculkan 3 tokoh boneka di 30 tahun kekuasaan Sultan Abdul Hamid II. Puncaknya kehadiran Kemal Attatruk yang menenggelamkan Turki.

(6) Ketiga: Menciptakan konflik-konflik di seluruh wilayah Turki Utsmani. Mulai dari pemberontakan Bosnia Herzegovina dan Armenia di Eropa. Pemberontakan di wilayah Hijaz, Afrika, dan India di Asia. Semua wilayah menjadi bancakan AS dan sekutu.

(7) Namun. 2023 nampaknya titik balik kejayaan Turki Utsmani dengan Erdogan dan AKP yang menjadi poros kemajuan Turki abad 21. 2023 adalah peringatan 100 keruntuhan Khilafah Utsmani. Sekaligus "warning" kebangkitan Turki.

(8) Erdogan sangat yakim dengan spirit Islam, "Setiap 100 tahun, muncul mujaddid umat Islam." Nampaknya Erdogan memantaskan diri untuk menjadi mujaddid itu. Sebagaimana Muhammad AlFatih mempersiapkan diri menjadi penakluk Konstantinopel.

(9) Dengan apa Erdogan menjadi mujaddid? Selain hablun minallah. Erdogan perkuat hablun minannas dengan menyasar 160 negara dan kini tengah serius menyiapkan "alat" untuk menjaga. Salah satunya kekuatan armada laut dan antariksa.

(10) Erdogan sadar. Mengalahkan AS tidak cukup dengan kibaran bendera, selebaran pamflet, buletin, menang Pemilu, teriakan takbir, hapal AlQuran, apalagi status di Medsos. Namun harus merebut khazanah yang dicuri Barat dari Islam. Khazanah yang dulu 6 abad lamanya. Kakek nenek Erdogan menguasai peradaban.