KABEL AHOK


Penulis: Rusdi Mathari*

KABEL. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mendaku menemukan buki sabotase soal banjir di Jakarta: kulit kabel yang dimasukkan ke saluran got di depan Kementerian ESDM, di Jalan Medan Merdeka Selatan. Kata Ahok, kulit kabel itu mencapai satu truk dan dia menyebut penemuan itu sebagai isu yang ditujukan kepadanya dari orang-orang yang iri dan tidak senang melihat Jakarta bebas banjir.

Pengakuan Ahok soal kulit kabel di dalam got itu dimuat antara lain oleh Tempo.co, Vivanews.co.id, Liputan6.com dan CNNIndonesia.com pada Jumat lalu, 26 dan 27 Februari. Kepada wartawan, Ahok menunjukkan foto penemuan kulit kabel yang diangkut oleh petugas kebersihan tapi hanya Vivanews yang memuat gambar Ahok sedang memperlihatkan foto-foto itu dari ponselnya.

Pertanyaannya: mengapa kulit kabel itu ditemukan baru-baru ini? Ke mana pasukan jingga yang konon siang-malam membersihkan got-got itu? Ke mana pula polisi dan para intel, sehingga tidak menemukan pelaku pembuangan kulit kabel ke dalam got di wilayah Ring I yang juga berdekatan dengan kantor Ahok, yang banyaknya menurut Ahok mencapai satu truk?

Sebelum disambar media-media arus besar, berita penemuan kulit kabel itu sebetulnya sudah diberitakan beritajakarta.com sejak Kamis, 25 Februari. Isinya tidak sedramatis dan seprovokatif seperti berita-berita yang ditulis oleh media-media arus besar yang menyertakan pernyataan Ahok soal sabotase dan jumlah kulit kabel satu truk. Judul beritanya pun biasa-biasa saja “Kulit Kabel Dibersihkan dari Saluran Jl Medan Merdeka Selatan.”

Bandingkan judul itu dengan judul-judul berita yang ditulis media arus utama. CNNIndonesia menulis judul “Ahok Geram Temukan Banyak Kulit Kabel di Selokan ESDM.”Judul berita Vivanews menulis “Ada yang Ingin Istana Banjir, Ahok Temukan Bukti Sabotase.” Liputan6 menulis judul “Ahok Akhirnya Temukan 'Biang Kerok' Banjir di Jalan Depan Istana.” Tempo dengan judul “Ahok Curiga Jakarta Banjir karena Sabotase, Ini Buktinya.”

Isi berita yang ditulis oleh website resmi Pemrov DKI Jakarta itu adalah tentang pengurasan saluran di Jalan Medan Merdeka Selatan oleh Dinas Tata Air. Pada saat dikuras itulah, petugas menemukan pembungkus kabel yang cukup banyak jumlahnya sehingga menghambat air di saluran tersebut. Di berita itu ada keterangan dari Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, yang menyebutkan, jumlah pembungkus kabel itu sudah berada di saluran selama bertahun-tahun, dan tak pernah dibersihkan. Hanya itu.

Berita itu hampir sama dengan berita dua tahun yang lalu yang juga dipublikasikan oleh website yang sama: penemuan kulit kabel di saluran got di Jalan Medan Merdeka Timur. Kepala Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih waktu itu menjelaskan, telah menemukan tumpukan kulit kabel galian berbahan tembaga pada saat melakukan pengecekan saluran di Jalan Medan Merdeka Timur, 25 Maret 2014. Dan sama dengan kejadian di Jalan Medan Merdeka Selatan, kulit-kulit kabel itu ditemukan tidak sengaja. Herning bahkan menyebut kulit kabel tembaga yang menumpuk di saluran got itu adalah hasil curian.

Bedanya penemuan kulit kabel itu di Jalan Merdeka Timur waktu itu tak digoreng oleh media. Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat itu sibuk mencalonkan sebagai presiden dan Ahok sebagai wakil gubenur masih tak banyak bicara. Dia baru banyak bicara setelah menggantikan Jokowi dan banyak pernyataannya yang selalu menyalahkan orang lain.

Untuk urusan banjir, beberapa kali Ahok menyebut ada sabotase dari orang-orang yang tidak suka kepadanya dan menginginkan Jakarta banjir. Dia juga sesumbar agar diturunkan hujan lebat untuk membuktikan Jakarta sudah bebas banjir. Tapi ketika sebagian wilayah Jakarta banjir seperti Jumat lalu, lalu ditemukan kulit kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan, Ahok kembali menyebutnya sebagai upaya sabotase pada dirinya. Dia bahkan tak melihat kemungkinan, kabel itu disumpalkan oleh Doraemon misalnya, sehingga sampai Minggu kemarin, beberapa wilayah Jakarta masih banjir.

*dari fb Rusdi Mathari
http://ift.tt/214MQ1f