Ada Geng Golf Pembangkang Ahok?


Pejabat DKI dari kalangan eselon I sampai II bungkam soal adanya geng main golf yang kerap turut andil dalam politik praktis seperti tudingan yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengaku tidak tahu menahu soal adanya perkumpulan pejabat DKI untuk bermain golf. Terlebih geng tersebut dikabarkan terafiliasi dengan politik.

"Saya enggak tahu, enggak ngerti saya. Dari dulu saya masih Kadis Pendidikan saya enggak tahu, saya juga belum pernah main golf dari dulu," ujar Saefullah, saat dikonfirmasi di Balai Kota Jakarta, Senin, 25 April 2016.

Hal senada pun diutarakan Wakil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Michael Rolandi Cesnand. Dia menyatakan sejak dirinya masuk ke Pemprov DKI belum pernah tampak adanya perkumpulan pejabat atau geng untuk bermain golf bersama.

"Saya belum pernah tahu ada geng golf. Mungkin (dulu) iya, tapi kayaknya sekarang sudah enggak ada," terangnya.

Mencuatnya penamaan geng golf yang disebutnya Ahok kerap melakukan pembangkangan berawal dari pergulatan antara dirinya bersama Wali Kota Jakarta, Rustam Effendi.

Bahkan, Ahok membeberkan bahwa setiap pejabat yang tidak bisa main golf dan tidak bergabung dengan geng tersebut tidak akan bisa naik pangkat.

Pernyataan Ahok tersebut sekaligus untuk menyindir Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi yang mengaku sakit hati karena dituding telah bersekongkol dengan lawan politiknya, Yusril Izha Mahendra.

Menurut Ahok, Rustam menjadi salah satu bagian dari geng golf tersebut. Bahkan, Gubernur mengaku pernah mendapat keterangan dari Rustam yang menyatakan paling tidak agenda main golf itu dua kali dalam satu minggu.

Sumber: RimaNews