Diminta Para Ulama Maju Pilgub DKI, Yusuf Mansur: "Sami'na wa atho'na"


Ustaz Yusuf Mansur kembali berbicara soal kontestasi pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Namun Yusuf belum bersikap tegas soal apakah dirinya akan maju atau tidak.

"Kendaraan kita bukan parpol. Kendaraan kita salat. Kemana pun kita mau pasti sampai. Saya bilang saya bercanda. Tapi kalau jadi ya saya teruskan. Namanya kan istikharah," ujar Yusuf saat berceramah dalam Kajian Islam Bulanan Membangun Indonesia dengan Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Acara yang dimulai pukul 09.30-12.00 WIB itu dipadati oleh jamaah. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap bulannya.

Dalam ceramah tersebut, Yusuf juga bicara soal reklamasi Teluk Jakarta. Yusuf berandai-andai jika dirinya menjadi gubernur, maka ia tidak akan membatalkan proyek reklamasi tersebut.

"Malah saya tambahin dua pulau lagi untuk membangun pendidikan. Semua perguruan tinggi terbaik dunia kita tarik ke pulau antar bangsa di pulau 18. Selanjutnya di pulau 19 kita namakan pulau pabrik antar bangsa, pulau bekerja. Duitnya membangun dari mana? Dari keuntungan 17 pulau," ungkapnya.

Usai ceramah, Yusuf Mansur diburu oleh wartawan yang menunggunya sejak pagi. Para juru warta ingin memastikan niat Yusuf Mansur terkait maju atau tidaknya dalam memperebutkan kursi DKI 1.

"Enggak ada pencalonan diri itu. Yang ada suara-suara yang kemudian mulai menyebut nama saya atas izin Allah. Kemudian, meminta saya bersedia. Kan sampai sekarang saya belum ada statement apa-apa. Saya cuma mengatakan bahwa saya selama ini saya sebagai muslim sebagai warga negara Indonesia karena memang diminta oleh Allah unuk jadi orang bermanfaat," tegas pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran ini.

Bagi Yusuf, berbuat baik bukan hanya untuk sesama muslim saja, melainkan untuk non muslim serta bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, tanpa diminta, dia tetap akan berbuat baik termasuk untuk warga DKI Jakarta. Yusuf juga bercerita soal banyaknya dukungan dari berbagai kalangan yang memintanya untuk maju.

"Saya sampai sekarang bilang saya ini posisinya sami'na wa atho'na kalau sama ulama. Beda dengan partai. Kalau dengan ulama saya sami'na wa atho'na. Kalau disuruh diem ya diem. Kalau disuruh ke kanan ya kanan. Ke kiri ya kiri. Suruh maju ya maju. Tetapi itu pun saya pribadi meminta dengan segala kerendahan hati, yuk proses istikharah dan musyawarahnya disempurnakan," paparnya.

Yusuf mengatakan hari ini dirinya didaulat oleh majelisnya dan para alim ulama untuk maju sebagai gubernur DKI. Yusuf mengaku menyambut dengan baik.

"Tentu sebagai tuan rumah yang baik. Masa kita enggak bukain pintu. Apalagi dengan tujuan baik dan lain sebagainya," katanya.

"Saya berterima kasih sudah dipercaya. Suara-suara dari buruh. Suara dari pekerja suara dari pengusaha bahkan dari temen-temen Tionghoa. Dari pendeta. Dari biksu," lanjut suami Siti Maimunah ini.

Yusuf sendiri mengakui bila ada calon lain yang lebih baik, maka dirinya akan mempersilakan masyarakat memilihnya. Yusuf sendiri akan memberi jalan kepada para calon yang baik tersebut.

"Saya mah mengatakan sebagai anak muda yang masih jauh langkahnya kalau panjang umur ibarat kata di jalanan kalau yang pengen buru-buru ya kita minggirlah. Kasih jalan buat yang mau duluan," beber ustaz yang terkenal dengan ustaz sedekah ini.

Ketika ditanya siapa saja ulama yang mendorong dirinya maju, Yusuf menjawab di antaranya adalah KH Didin Hafidhuddin dan Ustaz Bachtiar Nasir. Yusuf mengaku dirinya merasa tersanjung dengan dukungan tersebut.

"Dari sisi saya, siapa yang tidak tersanjung. Yang mengatakan itu kan ulama. Karena yang mengatakan itu ulama dan ulama itu banyak, makanya PR selanjutnya adalah para tokoh membangun konsolidasi dengan ulama lain supaya Yusuf Mansyur tidak dikatakan melangkahi para ulama yang lain," ujar ayah dari Wirda Salamah Ulya ini.

Lalu jika jadi maju, apakah akan bergabung dengan parpol atau melalui jalur independen? Yusuf menjawab dengan gaya ustaznya.

"Kalau maju saya maju lewat jalur sajadah dan doa. Orang mendewakan dukungers elektabilitas, survei, saya percaya doa kepada Allah. Bisa jadi ya. Bisa jadi tidak. Allah dulu Allah lagi Allah terus," jawab Yusuf.

"Tunggu tanggal mainnya. Jadi atau gak mana tau, doa dulu. Kalau pemimpin baik tanya Tuhannya," pungkas Yusuf. (ega/mad)

Sumber: detikcom