Nasib Anak-anak Nelayan Kampung Aquarium Korban Gusuran Ahok


Ini potret anak-anak nelayan kampung aquarium Jakarta Utara korban gusuran Ahok.

Bagaimana dengan sekolah mereka?

Bagaimana dengan rasa aman mereka?

"Jangan biarkan masa depan mereka rusak akibat kebijakan gubernur goblok," ujar A Uwais Alatas di laman Facebooknya (25/4), yang turut mendampingi anak-anak korban gusuran hingga sekarang.

Pada Senin 11 April lalu, Gubernur Ahok melakukan penggusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Warga pun melakukan perlawanan dan bentrok dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang akan melakukan penggusuran pada rumah-rumah mereka.

Beberapa warga dari RT 01 RW 04 tersebut mencoba menghadang niat gusur aparat ketertiban umum yang diperintahkan Pemprov DKI Jakarta untuk meluluh lantakan rumah-rumah yang sudah dihuni mereka lebih dari puluhan tahun itu.

“Kami siap mati, kami pertahankan hak kami!,” teriak salah satu warga.

Dalam bentrokan tersebut, beberapa warga sempat ada yang histeris hingga pingsan. Mereka tak rela jika rumahnya dihancurkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama begitu saja. Apalagi, dalam penggusuran di kawasan itu, Pemerintah belum juga memberikan kompensasi berupa ganti rugi materil kepada warga.

Kini rumah yang mereka tinggali puluhan tahun sudah rata dengan tanah. Anak-anak mereka tak bersekolah.