Ganggu Ahok, Jokowi 'Kepret' Rizal Ramli


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli (RR) masuk kotak reshuffle dari jajaran Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Entah ada kaitannya atau tidak, diketahui beberapa bulan terakhir RR yang terkenal dengan jurusnya 'kepret Rajawali' ini memang kerap berseteru dengan penguasa DKI Jakarta Basuki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus reklamasi Teluk Jakarta.

Rizal merupakan menteri yang berani menghentikan sementara semua megaproyek reklamasi. Bahkan, Rizal juga mengambil keputusan berani untuk menghentikan reklamasi Pulau G secara permanen.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, Rizal yang juga mantan menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur‎ ini menilai megaproyek reklamasi di Teluk Jakarta penuh masalah.

Sementara khusus Pulau G dianggapnya telah melakukan kesalahan berat, sehingga proyek yang dikerjakan PT Agung Podomoro itu wajib dihentikan.‎

Tak ayal, keputusan tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berang.

Tak terima dengan keputusan tersebut, Ahok langsung 'mengadu' dan berkirim surat kepada Presiden Jokowi.

Ahok mempertanyakan kewenangan komite gabungan pimpinan Rizal membatalkan izin reklamasi.

Ahok berpandangan bahwa payung hukum izin reklamasi adalah keputusan presiden. Karenanya, pencabutan izin harusnya dilakukan oleh presiden, bukan menteri.

"Kalau saya membatalkan hanya karena seorang menteri, berarti saya melawan Keppres dong? Saya sudah kirim surat ke istana, apa konferensi pers menko itu bisa jadi patokan atau tunggu surat," ujar Ahok di Balai Kota DKI beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli menyebut Ahok sebagai pemimpin yang cengeng, karena kerap mengadukan masalah ke Presiden Jokowi.

"Jangan cengenglah jadi orang, masa segala macam mau diaduin ke presiden. Katanya jagoan, tapi dikit-dikit bawa nama presiden. Kalau jadi pemimpin belajar jantan dong," ujar Rizal, saat menjadi pembicara di acara ILC, Jakarta, Selasa (26/7/2016) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga blak-blakan terkait percakapan antara dirinya bersama Jokowi dan Ahok di Bandara Halim Perdana Kusuma.

"Saya bersama beberapa anggota kabinet ada Ahok juga, waktu jemput Presiden datang dari luar Negeri. Begitu mendarat Pak Jokowi nanyak, 'gimana soal reklamasi, Pak Ahok masih diserang? (publik),' kata Rizal menirukan pernyataan Jokowi.

"Nah, waktu itu pak Ahok bilang saya terimakasih pada pak Rizal, karena sekarang serangan mengarah ke beliau. Lah, sekarang kok malah ngadu-ngadu ke Presiden," urai Rizal.

Karena itu, Rizal menilai, sikap cengeng Ahok tersebut sebagai upaya terakhir menyelamatkan diri.

"Jadi, dalam kasus reklamasi, Ahok ini ibarat orang yang sudah mau 'tenggelam', tapi masih 'narik kaki' Presiden," beber Rizal.

Tidak hanya itu, tanpa aling-aling Rizal juga menyebut penguasa DKI itu sebagai pemimpin yang mengadopsi penguasa Orde Baru.

"Ini (Ahok) seperti Orba! kumpulin duit dari pengembang buat tujuan pilitik. Apa sih di DKI ini yang tidak bisa dibeli dengan uang? Semuanya itu dengan uang. Ini adalah cara-cara Orba yang mengembangkan sistem off budget. Ini yang terjadi sekarang di DKI," ungkap Rizal.‎

Usai malamnya mengobrak abrik Ahok, besok siangnya RR kena 'kepret' reshuffle. (TS)