Masuknya Sri Mulyani Dalam Kabinet, Bukti Kondisi Keuangan Negara Sudah Gawat Darurat


Menegaskan status tadi pagi: reshuffle itu hak mutlak si empunya kabinet, dst... dst...

Intinya: Kabinet Kerja ternyata sampai jelang 2 tahun Jokowi menjabat ternyata Kabinet "Ngerjain". Ngerjain para pendukungnya sendiri, dan tentu saja ngerjain duit Negara (2 tahun menjadi begitu sia-sia)...

Eh, dipanggilnya Ibu Sri Mulyani masuk kabinet, yang mana langsung ke pos Kementerian Keuangan, itu konfirmasi sekonfirm-konfirmnya konfirmasi kalo keuangan Negara di tangan rezim ini sudah gawat darurat.

Selebihnya.... yang dulu sanjung-sanjung aksi teaterikal Sudirman Said dalam menjatuhkan Papa Novanto, kini harus gigit jari... Ternyata, Papa Novanto terbukti adalah pemenang...

Tambahan: Pak Luhut jadi Menko Kemaritiman karena sebagai bekas pasukan khusus beliau tentu pintar berenang (masuk akal, kan, argumen ini?).

Lagi nih.... apa salah Anies Baswedan? He he he... ingat, beberapa hari pasca hari H Pilpres, Pak Anies "hilang" bak ditelan bumi? Orang baik ini tahu sesuatu.

Pak Wiranto turun gunung? He he he... There is something Wiranto, Luhut, and Paloh know about, but Megawati did not.

Satu-satunya harapan bagi komposisi baru Kabinet ini adalah: Negara tidak bangkrut aja. Hanya itu harapannya. Dan itu barang ada di atas pundaknya Sri Mulyani, yang pernah terbuang. Jangan ngimpi nawacita terwujud... kubur jauh-jauh mimpi itu... Keuangan Negara bisa selamat aja, itu, saat ini, adalah prestasi terbesar Jokowi... Hanya itu. (Canny Watae)