Kicauan Habiburokhman TERBUKTI 100% TEPAT, Beranikah Ahok dan Pendukungnya Terjun Bebas Dari Monas?



[portalpiyungan.com] Beberapa politisi ini 'menang' dalam pertaruhan pilihan politik Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok dalam Pilgub 2017. Mereka berani bertaruh uang hingga nyawa soal pilihan independen atau usungan parpol.

Adalah politisi Gerindra Habiburokhman, yang paling awal bicara soal pertaruhannya dalam pilihan politik Ahok. Lewat akun Twitter @habiburokhman dirinya berkicau pada 26 Februari 2016 mengenai keyakinan dirinya.


"Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon #KTPdukungAhokcumaomdo???", cuit Habiburokhman saat itu.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa akun @habiburokhman itu akun twitter saya dan tweet soal Monas itu jempol saya sendiri yang ketik," kata Habiburokhman,  Minggu 19 Juni, saat sebuah portal berita menghubungi dan mencoba mengonfirmasi kebenaran kicaua tersebut. 

Keyakinan Habiburokhman soal Ahok yang tidak akan maju independen ini akhirnya terbukti. Ahok secara resmi mengumumkan pilihan dirinya maju lewat usungan parpol. Saat ini sudah 3 parpol yang mendukung Ahok yakni NasDem, Hanura, dan Golkar. 

"Memang enggak akan maju lewat independen, kapan sih saya ragu dengan tweet saya sepanjang beberapa bulan ini," ujar Habiburokhman, Rabu 27 Juli 2016. 

Selain Habiburokhman, politisi lainnya yang juga 'menang' dari taruhan Ahok, adalah Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Kala itu dirinya bertaruh Rp 100 ribu kalau Ajok akan maju lewat jalur parpol. 

"Verifikasi itu berat buat calon perseorangan. Apalagi sekarang partai mau ngontrol. Sudahlah selamat tinggal Teman Ahok, saya berani taruhan Rp 100 ribu," kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, saat menghadiri paparan hasil survei SMRC di Kantor SMRC, Jl Cisadane No 8, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juli 2016 lalu..

Senada dengan keyakinan dua politisi Gerindra, Andi Arief, mantan Stafsus Presiden SBY pun meyakini bahwa Ahok tak mungkin maju dari jalur independen.

“Saya curiga memang jumlah KTP tidak mencukupi atau KTP memang dari membeli. Sehingga Ahok meninggalkan teman2nya,” tulis Andi Arief .

Andi Arief sepakat dengan politisi Gerindra, Habiburokhman yang sempat menyatakan akan terjun dari Monumen Nasional (Monas) jika KTP dukungan Ahok mencukupi.

“Saya juga bilang apa, mana mungkin @habiburokhman berspekulasi soal jumlah KTP yang dikumpul. Sejak tahun 1990-an dia cermat,” tegas Andi Arief lewat akun twutternya, @AndiArief_AA.

Keputusan Ahok maju lewat parpol disampaikan dalam halalbihalal bersama Teman Ahok yang jadi relawan pendukungnya. Teman Ahok sebelumnya mengklaim sudah berhasil mengumpulkan 1 juta KTP bagi pasangan Ahok dan Heru Budi Hartono, namun dalam verifikasi faktual, ditemukan berbagai kejanggalan. Belum lagi munculnya pengakuan mantan Teman Ahok yang menyatakan bahwa KTP-KTP tersebut adalah hasil membeli dari oknum di kelurahan dan kecamatan, banyak pihak semakin yakin bahwa 1 juta KTP yang terkumpul untuk Ahok tak 100% real.

"Sudah, saya bilang (ke Teman Ahok), 'Nanti kita ngobrol. Sudah, kita pakai parpol saja lah'," kata Ahok disambut tepuk tangan seratusan orang, termasuk para elite tiga parpol pendukung.

Bila Habiburokhman berani bertaruh terjun bebas dari Monas dan kini terbukti benar, beranikah Ahok dan para pendukungnya menggantikan posisi Habiburokhman untuk terjun bebas dari Monas?

Jangan lupa, publik masih ingat kesombongan para pendukung Ahok saat Teman Ahok klaim telah berhasil kumpulkan 1 juta KTP.