Mau Langgeng Jadi Menteri Jokowi? Ikuti Kiat Berikut



[portalpiyungan.com] Kalau Anda kebetulan dipilih Presiden Joko Widodo masuk Kabinet Kerja Jilid III kelak, maka hindari ini, itupun kalau  Anda masih sayang jabatan.

Berkaca dari pendepakan Menteri ESDM dan Menko Kemaritiman, Ekonom Univesitas Paramadina, Prof Firmanzah memaparkan kiat agar tetap langgeng sebagai menteri di kabinet Jokowi.

Menurut Firmanzah, kedua menteri ini, acapkali memiliki sikap bersebrangan di muka publik. Hal inilah yang sangat tidak disukai Presiden Jokowi.

"Memang mengagetkan ketika Sudirman Said dan Rizal Ramli yang didepak dari kabinet. Karena, menurut saya, Presiden Jokowi ingin kabinet ekonomi ke depan, lebih solid lagi,"kata Firmanzah Rabu, 27 Juli 2016 seperti dirilis Inilahcom.

Sinyal reshuffle memang sudah terlihat bakal menghampiri Sudirman Said sejak Selasa malam 26 Juli 2016.. Kala itu, Sudirman dipanggil Presiden Jokowi ke Istana.

Usai pertemuan, tak ada pernyataan yang keluar dari Sudirman. Namun, tak lama kemudian, Sudirman mencurahkan perasaannya melalui akun twitternya.

Sekitar pukul 22:30 WIB, Sudirman menuliskan "Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal dan perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thanks semua."

Rabu pagi, 27 Juli 2016, giliran Rizal Ramli berkicau: "Saya telah mencoba berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia.

Sebagai seseorang yang lahir dan diasuh dalam nuansa budaya Jawa yang amat sangat kental, Jokowi tentu paham perangai orang Jawa yang tidak menyukai konflik terbuka. Apalagi bila konflik itu terjadi pada dua orang yang berbeda strata atau jabatan.

Ada sebuah pitutur Jawa yang hingga kini masih digenggam erat oleh orang-orang yang dibesarkan dalam tradisi Jawa, termasuk Jokowi.

:"Inggih.. nanging mboten kepanggih..". Atau bisa diterjemahkan bebas dalam bahasa anak gaul sekarang, "Iyain aja deh, biar seneng". Mengiyakan sesuatu hal yang sebetulnya tak bersesuaian dengan isi hati hanya untuk menghindari konflik terbuka.

Publik tentu masih ingat ketika Megawati bersikukuh menetapkan Budi Gunawan. Jokowi tak menolak meski sosok Budi Gunawan bukanlah pilihannya.

Jokowi memilih menyerahkan bola panas ke tangan DPR dan KPK. Seperti diketahui, pada akhirnya, bukan Budi Gunawan yang menduduki tampuk Trunojoyo 1, melainkan Badrodin Haiti yang kini sudah diganti dengan Tito Karnavian.

Selain itu, tentu janganlah berusaha lebih terkenal daripada Presiden. Menteri-menteri yang kecentilan, apalagi melontarkan kata-kata "tolol" seperti Ignasius Jonan, adalah  "a big no" untuk Jokowi yang halus.

Selain itu, tentu saja, tunjukkan kinerja yang hebat dan miliki hubungan luas dengan para penyandang dana atau dengan Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.

Bila semua trik di atas dijalankan, dijamin, posisi Anda sebagai menteri di kabinet Jokowi akan awet.