Ini Kekuatan Besar di Balik Pencopotan Rizal Ramli?


[portalpiyungan.com] Sinyalemen gawat dilontarkan pengamat politik Muslim Arbi, terkait pencopotan Rizal Ramli dari kursi Menko Maritim dan Sumber Daya Kabinet Kerja.

Muslim mensinyalir, pencopotan Rizal Ramli digantikan Luhut Binsar Panjaitan mengindikasikan adanya ‘tekanan’ dari pihak tertentu kepada Presiden Joko Widodo.

“Itu memperkuat dugaan adanya aliran dana dan pengaruh dari pengembang reklamasi. Selama ini, Rizal merupakan menteri yang paling vokal menolak adanya reklamasi,” kata Muslim Arbi, Rabu, 27 Juli 2016.

Menurut Muslim, pencopotan Rizal Ramli menjadi salah satu bukti kekuatan pengembang reklamasi.

“Pernyataan Ahok bahwa Jokowi bisa menjadi presiden karena adanya dana pengembang, dan tidak dibantah Jokowi, bisa menjadi pembenar adanya aliran dana pengembang ke Istana. Dan Rizal terpental bisa menjadi bukti kekuatan pengembang yang menyingkirkan Rizal,” ungkap Muslim Arbi.

Terkait aliran dana pengembang, Muslim mendesak pengusutan tuntas dugaan aliran dana dari pengembang yang memenangkan Jokowi pada Pilpres 2014.

“Ini skandal Pilpres dan harus dibongkar,” tegas Muslim.

Kata Muslim, perseteruan antara Rizal Ramli dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama terkait reklamasi. Pada akhirnya, mantan aktivis ITB itu dicopot.

“Jokowi terlihat sangat membela Ahok, tentang pelarangan jaksa dan polisi untuk tidak mempidanakan kebijakan kepala daerah, padahal perbuatan Ahok di beberapa Kasus di DKI mestinya sudah jadi tersangka. Karena Audit BPK sudah membuka secara gamblang akan hal itu, misalnya dalam kasus korupsi RS Sumber Waras,” papar Muslim.

Sebelum resmi digantikan oleh Luhut Panjaitan, Rizal Ramli membenarkan dirinya akan diganti sebagai pembantu presiden di kabinet. Rizal secara khusus kepada Tribun, 27 Juli 2016 kemudian mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia atas dukungannya selama ini dalam membantu pemerintahan Jokowi-JK.

“Saya berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Terimakasih, untuk membantu tugas saya selama ini untuk bangsa dan negara. Dan saya tetap mendukung pemerintah,” ujar Rizal Ramli. (Int/PP)